Pada tanggal 30–31 Januari 2026, Tim GKI (Gerakan Kemanusiaan Indonesia) GKI Klasis Jakarta II mengikuti kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana yang bertujuan untuk memperlengkapi para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat dan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di Spirit Paintball Cibubur, sebuah lokasi yang mendukung pelatihan lapangan dengan berbagai simulasi kondisi nyata.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen GKI Klasis Jakarta II untuk terus menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang sigap, terlatih, dan berlandaskan kasih, terutama di tengah situasi krisis yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Hari Pertama: Bantuan Hidup Dasar (BHD)
Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dibawakan oleh tim B Health TC dari YAKKUM Emergency Unit. Materi ini berfokus pada penanganan awal korban dalam kondisi gawat darurat, seperti henti napas, henti jantung, dan situasi kritis lainnya yang memerlukan tindakan cepat sebelum bantuan medis lanjutan tiba.
Peserta tidak hanya menerima pembekalan secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung, sehingga diharapkan mampu memahami prosedur penyelamatan dasar dan memiliki keberanian untuk bertindak di lapangan. Pelatihan ini menegaskan bahwa setiap detik sangat berarti dalam upaya menyelamatkan nyawa.
Hari Kedua: Vertical Rescue bersama BPBD Tangsel
Pelatihan dilanjutkan pada hari kedua dengan materi Vertical Rescue yang dibawakan oleh BPBD Kota Tangerang Selatan. Materi ini menitikberatkan pada teknik evakuasi korban di medan sulit, seperti area ketinggian, lereng, atau bangunan bertingkat.
Melalui simulasi dan latihan lapangan, peserta diajak untuk memahami penggunaan alat, teknik pengamanan diri, serta kerja tim yang solid dalam proses evakuasi. Materi ini menjadi bekal penting bagi tim GKI dalam menghadapi situasi bencana yang sering kali terjadi di lokasi dengan tingkat risiko tinggi.
Melayani Kemanusiaan sebagai Panggilan Iman
Melalui Pelatihan Tanggap Bencana ini, Tim GKI GKI Klasis Jakarta II diharapkan semakin siap, tangguh, dan terampil dalam merespons berbagai situasi darurat. Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan merupakan wujud nyata dari panggilan iman untuk hadir, peduli, dan melayani sesama.
Kiranya bekal yang diperoleh selama dua hari pelatihan ini dapat terus dikembangkan dan digunakan untuk membawa harapan, pertolongan, dan kasih di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak bencana.


