16 May 2024
Yerobeam

Pelatihan Tanggap Bencana: Memperlengkapi Tim GKI untuk Sigap Melayani di Tengah Krisis

Pada tanggal 30–31 Januari 2026, Tim GKI (Gerakan Kemanusiaan Indonesia) GKI Klasis Jakarta II mengikuti kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana yang bertujuan untuk memperlengkapi para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat dan...

Psalms 101: Unfolding The Beauty Of Psalms

Dipenghujung bulan November, tepatnya pada 29 November 2025, Komisi Seni Musik Gerejawi GKI Klasis Jakarta II menyelenggarakan Pelatihan Mazmur bagi para pemandu pujian di seluruh jemaat lingkup Kajadu. Kegiatan ini menjadi salah satu program yang paling dinantikan,...

Peresmian Kantor Sekretariat BPMK GKI Klasis Jakarta II: Momen Bersejarah di Hari Ulang Tahun GKI Ampera ke-25

Hari Sabtu, 8 November 2025, menjadi hari yang penuh sukacita dan bersejarah bagi Badan Pelaksana Majelis Klasis (BPMK) GKI Klasis Jakarta II. Pada hari ini, secara resmi diresmikan kantor sekretariat BPMK GKI Klasis Jakarta II yang berlokasi di Jalan Durian No.1,...

Yesus Sahabat Sejati

Pada 20-21 September 2025, Komisi Anak telah menyelengarakan retreat bagi anak-anak sekolah minggu di lingkup GKI Klasis Jakarta II. Acara terselenggara di Ole Suite Sentul dengan mengundang Pdt. Hendra Setia Prasaja dari Binawarga sebagai narasumber utama. Namun jika...

Seminar Pendidikan Guru Agama Kristen

Pada hari Sabtu tanggal 13 September 2025, Komisi Oikumene Masyarakat GKI Klasis Jakarta II mengadakan Seminar berjudul Teologi yang Mendasari Elemen Dalam Kurikulum PAK dan Assement Pembelajaran. Acara digelar di GKI Pondok Indah dengan mengundang Dr. Novy Amelia...

Konven Pendeta GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah

Puji syukur kepada Tuhan, Konven Pendeta GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah telah berlangsung pada 12 hingga 14 Agustus 2025 yang lalu dengan penuh sukacita dan kebersamaan. Tahun ini, tanggung jawab kepanitiaan dipercayakan kepada BPMK GKI Klasis Jakarta I dan BPMK GKI...

Persidangan XXVI Majelis Klasis GKI Klasis Jakarta II

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan penyertaan-Nya, Persidangan XXVI Majelis Klasis GKI Klasis Jakarta II telah berlangsung dengan baik pada 25–26 Juli 2025 di Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Dalam dua hari persidangan...

Pengembangan Penatua “Sahabat Gen-Z”

Pada hari Sabtu, 16 November 2024, Bidang Persekutuan dan Ibadah GKI Klasis Jakarta II menyelenggarakan acara bertajuk "Sahabat Gen-Z" di Gereja GKI Kebayoran Baru. Acara ini dihadiri oleh para Penatua Jemaat GKI Klasis Jakarta II dan diisi dengan pemaparan materi...

Pembinaan Kecerdasan Eksistensial

Kecerdasan eksistensial bukan hanya tentang menghadapi akhir hidup dengan sikap pasif, melainkan tentang menemukan makna, kedamaian, dan tujuan hidup dalam setiap fase kehidupan, termasuk usia lanjut. Dengan memiliki kecerdasan eksistensial, lansia dapat menjalani...

Workshop Guru Pendidikan Agama Kristen

Komisi Oikumene Masyarakat GKI Klasis Jakarta II mengadakan Workshop Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK). Acara tersebut dibagi dalam dua kali pertemuan pada tanggal 5 dan 19 Oktober 2024 di GKI Pondok Indah. Acara ini dikhususkan bagi guru-guru Agama Kristen dalam...

Mempermainkan Allah

“Engkau telah melakukan perbuatan jahat lebih dari semua orang yang mendahului engkau. Engkau telah membuat bagimu ilah-ilah lain dan patung-patung tuangan, sehingga membangkitkan murka- Ku, bahkan engkau telah membelakangi Aku.

(1 Raja14:9)

Abia, anak Yerobeam, jatuh sakit. Kondisi ini mengingatkan Yerobeam kepada Nabi Ahia. Dulu, Nabi Ahialah yang memberitahu Yerobeam bahwa dirinya akan menjadi raja. Karena itu, Yerobeam ingin mencari Nabi Ahia supaya ia dapat mengetahui kehendak Allah. Yerobeam pun mengutus istrinya menemui Nabi Ahia.

Yerobeam membutuhkan Allah. Namun, kondisi anaknya, juga ingatannya akan kuasa Allah tidak juga membuat hati Yerobeam terketuk untuk bertobat. Alih-alih takut kepada Allah, Yerobeam lebih takut jika perbuatannya diketahui orang Israel. Karena itu, ia menyuruh istrinya menyamar. Malang, rencana Yerobeam gagal. Nabi Ahia yang buta pun tak dapat dikelabui oleh penyamaran istri Yerobeam. Allah telah memberitahukan segala sesuatu tentang rencana Yerobeam kepada Ahia. Juga nubuatan berisi penghukuman yang harus disampaikannya kepada istri Yerobeam. Tidak hanya kehilangan anaknya, Yerobeam harus rela kerajaannya jatuh ke tangan orang lain. Bahkan, Israel pun ikut kena hukuman.

Tidak salah mencari pertolongan kepada Allah. Namun, jangan pernah mempermainkan Allah dengan mencari-Nya dalam kemunafikan: hanya mau berkat-Nya saja. Melakukannya hanya akan berbuahkan kehancuran, sebagaimana yang dialami Yerobeam. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan tindakan semacam itu juga membuat orang lain turut berdosa. Alangkah baiknya jika setiap momen yang Tuhan izinkan terjadi menjadi cambuk bagi kita untuk datang kepada Allah dalam pertobatan. Menyesali dosa, serta bertekad untuk selalu hidup dalam kehendak-Nya.

PERTOBATAN MEMBAWA KITA KEPADA KASIH ALLAH. JANGAN MEMPERMAINKAN-NYA DENGAN BERLAKU MUNAFIK (EBL renungan.net)