6 Oct 2023
Penolakan Rumah Ibadah Gereja GKI Ampera di Jagakarsa Jakarta Selatan

Simple tips to play Difficult casino scratchmania 50 free spins Rockin Reels in the Hard-rock Bet Michigan

BlogsCasino scratchmania 50 free spins - Save the outcomes when needed and start once againTheme & Visual Design Play the Wolf Reels slot free of charge along with the plenty of other demonstration video game by better team i've on location. You’ll observe Molten...

Reddish best new online casinos Gambling enterprise Slot machine Apps on the internet Play

ArticlesBest new online casinos - Online casino coupon codes and added bonus also offersGreatest Internet casino in the Chicken: Best Playing SitesWhich greatest web based casinos provide no-deposit bonuses? People earn more after they property equivalent icons in the...

Better On the best online slots free internet Pokies Discover Legitimate On the web Pokies the real deal Money

PostsBest online slots free | Exactly how we Rank An informed Online Pokies for real Cash in AustraliaWhat are On the internet Pokies?Higher RTP Online Pokies Australian continentCaesars Castle Online casino application: One of the best for promos Are you looking for...

Insane Orient Microgaming Slot w Multiple-Using Incentive casino gratorama bonus codes Revolves

ArticlesCasino gratorama bonus codes: Month 33 2022 – 4 The fresh No deposit BonusesThe new Reduced Helpful Alternatives❓ FAQ: Free Revolves from the Web based casinosOmitted Video game The fresh 100 percent free Revolves function offers participants a great improve,...

Better On-line casino Australia >> Finest Au Real cash Gambling enterprises online casino deposit 10 play with 50 December 2025

ContentSpeedAU Costs: Punctual & Safer Distributions for Pokies On the web Australia | online casino deposit 10 play with 50Crown Local casino MobileSports bettingBetter On the web Pokies the real deal Money in Australian continent 2026Greatest 5 Aussie Online casinos...

Free davinci diamonds slots $10 Pokies No deposit Join Extra Australia 2026

ArticlesPlay Pokies Online Cent Ports: | davinci diamonds slotsChoice No-deposit Incentives These types of online game is acquireable due to the Entertaining Playing Operate of 2001. A user-focused approach to the FreeSlotsHUB thinking consumer experience and...

Better Real cash fa fa fa casino Gambling enterprises 2026 Gamble Real cash Online casino games Online

BlogsFa fa fa casino | Simple tips to Maximize your Gambling enterprise IncentiveReal cash Gambling enterprises versus Totally free Gamble Gambling enterprisesMust i is actually online casino games free of charge ahead of to experience the real deal currency?Real...

King of your Nile Free Slots: Gamble Pokie vegas plus app download apk Game from the Aristocrat Online

BlogsVegas plus app download apk | CleopatraMore Slots Out of AristocratExactly how many reels and paylines really does the newest King of your own Nile slot game features?King of your own Nile Provides A good pyramid is another symbol in how they variations effective...

Play the finest Uk on the web position game from goldbet live login the Auction web sites Harbors

BlogsGoldbet live login: And this video game pay the most? Personal Bonuses From your #1 Real cash Casino – Last Up-to-date January 2026You should make sure Whenever Playing Real money Harbors OnlineCellular Gambling games Readily availableStep 3 - To alter your own...

Finest Casinos 10% casino bonus on the internet Australian continent 2025 Greatest A real income Gambling establishment Internet sites for Aussie Professionals Using news

Content10% casino bonus - Australian Gambling enterprises to avoidNewest Casinos on the internet which have Newest FeaturesBetter Tips to Consider When searching for Real money Casinos on the internetPopular Online casino games When your put might have been canned,...

Duduk Perkara Penolakan Gereja di Jagakarsa

Penolakan Rumah Ibadah Gereja GKI Ampera di Jagakarsa Jakarta Selatan

Tujuh spanduk terpasang di pertigaan Jalan Jagakarsa Raya dan Jalan Durian, Jakarta Selatan, sejak Jumat (12/1/2019) malam. Posisinya tidak lazim karena di situ bukan tempat biasa pemasangan spanduk.

Pesan di sana sama: bahwa pembuat spanduk menolak rencana Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ampera yang hendak mengalihfungsikan salah satu rumah di sana jadi gereja. Rumah itu persis terletak di pertigaan, tak jauh dari lokasi spanduk.

“Pokoknya Tidak Boleh Ada Gereja di Perkampungan Kami Yang Masih Mayoritas Islam, ttd. Warga Jagakarsa,” demikian isi salah satu spanduk.

Banyak organisasi yang dicatat dalam spanduk—tanda bahwa mereka setuju terhadap isi spanduk. Ada Forum Lintas Ormas (FLO) Jagakarsa, Forum RW LMK Kelurahan Jagakarsa, atas nama RW 004, dan atas nama RW 005.

Halaman rumah itu cukup luas. Gedungnya berkelir putih dan didominasi ornamen kaca. Terdapat pos satpam di depan pintu. Secara administratif, rumah itu berada di RT 006, RW 004, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pada Sabtu (13/1/2019) siang pukul 13.00, reporter Tirto coba berkomunikasi dengan orang rumah. Ucapan salam tak dibalas. Pagarnya pun ditembok. Mungkin tak ada orang.

“Atas Permintaan Masyarakat”

Ketua RT 006 Syamsuddin mengatakan semua bermula dari permintaan Yayasan Wisesa Wicaksana yang ingin mengalihfungsikan rumah tersebut menjadi tempat ibadah GKI Ampera. Syamsuddin mengaku yayasan sedang berusaha mengikuti prosedur sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri (PBM) Mendag-Mendagri tahun 2006.

“Pada 27 Desember kemarin, habis Natal, datang pihak yayasan, mau menanyakan nasib bangunan mereka, apa boleh menyebar surat dukungan, supaya warga tidak keberatan dijadikan tempat ibadah, berusaha untuk izin keluar,” kata Syamsuddin saat ditemui reporter Tirto di kediamannya, Sabtu sore.

Selama ini, yang Syamsuddin tahu, jemaat gereja itu beribadah di Cilandak dan Ampera. Orang-orang yang hendak mengalihfungsikan rumah pun bukan warga Jagakarsa.

Meski begitu, Syamsuddin sebetulnya tak keberatan. Namun, berhubung menjabat sebagai ketua RT, ia merasa perlu membicarakan alih fungsi ini kepada ketua RW, lurah, camat, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

“Akhirnya Kamis, 10 Januari, kemarin, kami rapat. Ada MUI, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. FLO [Forum Lintas Ormas] ada atas nama masyarakat. Kami kumpul. Ada permintaan dari pihak yayasan. Biar ada bikin surat pernyataan dukungan.”

Dalam rapat tersebut, sepenuturan Syamsuddin, muncul berbagai pendapat dan respons, terutama syarat yang mesti dipenuhi untuk mendirikan suatu gereja sebagaimana yang diatur lewat PBM 2006 tadi.

“Yang pertama radius lokasi 100-500 meter dihuni oleh umat Kristen. Ini tidak memenuhi persyaratan. Ini persyaratan dari FKUB. PBM tahun 2006 itu yang sedang dipenuhi oleh yayasan. Artinya mereka mulai persyaratan dari nol. Termasuk rekomendasi dari FKUB, nah mungkin syarat FKUB dari situ. Itu enggak memenuhi.”

Pasal 14 ayat 2 PBM 2006 menyebutkan, pendirian rumah ibadah harus mendapat dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan lurah atau kepala desa. Pendiri rumah ibadah juga harus menyertakan daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang. Daftar tersebut harus disahkan pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayahnya.

Mereka juga mesti mendapat rekomendasi tertulis dari Kepala Kantor Departemen Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten atau kota.

Setelah semua perizinan selesai, panitia pembangunan rumah ibadah masih harus mengajukan permohonan kepada bupati atau wali kota untuk memperoleh IMB.

Dalam pertemuan itu, klaim Syamsuddin, warga enggan tanda tangan—di RT-nya sendiri katanya ada 225 KK yang menolak, dan semuanya beragama Islam. Mereka juga bergerak lebih jauh dengan memasang spanduk penolakan pada Jumat malam.

Dia mengaku tak setuju dengan keputusan tersebut, tapi tak bisa apa-apa.

“Saya pun enggak bisa berbuat apa-apa. Ini permintaan warga. Saya kan juga dilema. Namanya masyarakat. Jangan diperbesar lagi deh kasusnya, mas,” pintanya.

Ia berjanji tak ada kekerasan meski alih fungsi ditolak, dan segera menurunkan spanduk tersebut. Benar saja, pada Senin (14/1/2019) siang, saat reporter Tirto kembali ke lokasi, benda-benda itu sudah tidak ada.

“Itu Satpol PP Jagakarsa yang menurunkan,” kata Syamsuddin saat dikonfirmasi Senin siang. Ia mengatakan penurunan spanduk adalah hasil kesepakatan antara ketua RW 04, RW 04, RW 02, ketua RT 06, dan ketua forum RT RW Jagakarsa.

Mereka yang Menolak Gereja

Salah satu kelompok masyarakat yang menolak alih fungsi rumah adalah Forum Lintas Ormas (FLO) Jagakarsa. FLO Jagakarsa dipimpin Purwanto.

“Berdasarkan kesepakatan tokoh masyarakat, Kamis lalu, ketika diceritakan tentang kronologis peruntukan rumah tinggal, IMB yang dipegang oleh yayasan, dan keinginan alih fungsi jadi tempat ibadah. Semua elemen masyarakat menolak,” kata Purwanto saat dihubungi reporter Tirto, Sabtu sore.

“Saya sebagai stakeholder perlu memberi tekanan sosial, memberikan juga ruang untuk dialog,” tambahnya.

Kata Purwanto, alasan masyarakat menolak adalah secara administratif pengalihfungsian itu tak tepat. Klaim Purwanto lagi, pada awal pembangunan rumah, yayasan pernah meneken surat pernyataan di atas materai yang isinya janji tak bakal mengubah peruntukan tempat tersebut.

“Tidak dialihfungsikan suatu saat nanti. Jika dialihfungsikan, siap untuk dibongkar,” katanya. Salah satu pesan di spanduk juga menyinggung itu: “kami merasa dibohongi dengan IMB awal untuk rumah tinggal sekarang mau dibuat IMB gereja.”

Mengenai spanduk, kata Purwanto, itu adalah upaya mengingatkan masyarakat saja. “Pemasangan spanduk itu sekadar mengingatkan saja ke masyarakat dan pihak yayasan. Upaya pengingat secara sosial.”

Semua klaim baik dari Syamsuddin dan Purwanto tak bisa dikonfirmasi karena sejak Sabtu siang GKI dan yayasan tak memberi komentar apa-apa. Salah satu pendeta yang reporter Tirto hubungi, Robert, mengaku masih berkonsolidasi.

Juki, salah satu penjaga rumah, juga mengaku tak memiliki wewenang untuk berkomentar. Reporter Tirto menemui Juki pada Sabtu sore.

Hingga Senin pagi, Robert dan Juki belum juga berkomentar. Reporter Tirto kembali ke rumah tersebut dan tak ada hasil. Baca juga artikel terkait PENDIRIAN RUMAH IBADAH atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo (tirto.id – Sosial Budaya)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Rio Apinino

Artikel original https://tirto.id/deoZ